Selasa, 14 Oktober 2014

PENGERTIAN INDIVIDU,KELUARGA DAN MASYARAKAT | SOFT SKILL | ALBAR ASWORO

PENGERTIAN IDIVIDU,KELUARGA DAN 

 MASYARAKAT




1) Pengertian Individu


Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.

Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.

1. Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama

2. Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan

3. Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.

4. Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat

2) Pengertian Keluarga 

 
Ada beberapa pandangan atau anggapan mengenai keluarga. 
Menurut Sigmund Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Lain halnya Adler berpendapat bahwa mahligai keluarga itu dibangun berdasarkan pda hasrat atau nafsu berkuasa.

 

Durkheim berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil faktor-faktor politik , ekonomi dan keluarga.

Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itub untuk memuliakan masing-masing anggotanya.



3) Pengertian Masyarakat


Masyarakat merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya adalah society , sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaul yang istilah ilmiahnya berinteraksi.

Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.

Ada beberapa pengertian masyarakat :

a. Menurut Selo Sumarjan (1974) masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang
menghasilkan kebudayaan

b. Menurut Koentjaraningrat (1994) masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi
menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama.

c. Menurut Ralph Linton (1968)
 masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial.

d. Menurut Karl Marx, masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi

e. Menurut Emile Durkheim, masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.

f. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt, masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut

Tatanan kehidupan, norma-norma yang mereka miliki itulah yang dapat menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas.


FUNGSI KELUARGA DALAM RUANG LINGKUP MASYARAKAT MASYARAKAT


Keluarga merupakan suatu wadah dimana orang-orang berkumpul dan membentuk suatu kesatuan , keluarga sebagai tempat orang-orang bisa bercerita, bercanda, dan melakukan aksi-aksi sosial lainnya. Biasanya kita mengenal keluarga sebagai saudara yang terikat secara lahiriah dan batiniah, seperti contoh : ayah, ibu, dan anak. Mereka disebut keluarga terikat secara lahiriah dan batiniah. Akan tetapi, dalam suatu masyarakat, keluarga memiliki peranan penting, mereka berkumpul dan membentuk suatu kelompok/komunitas yang akhirnya mereka anggap sebagai keluarga.
Keluarga juga merupakan suatu komunitas kecil sebelum menjadi masyarakat. Mereka dapat berkembang atau menghasilkan keturunan secara terus-menerus sehingga membentuk keluarga besar. Di Indonesia dikenal dengan penduduk yang ramah tamah dan memiliki sikap kekeluargaan yang kuat, gotong royong serta kepedulian terhadap sesama bangsa Indonesiadari Sabang sampai Merauke, dalam arti khusus keluarga dapat diartikan untuk membantu satu sama lainnya, tidak memiliki sikap ego, pelit, dan sombong, berarti keluarga bukan hanya diartikan sebagai satu perkumpulan kecil anggota masyarakat tetapi dapat diartikan sebagai sikap toleransi dan menjunjung tinggi kebersamaan yang kuat.

- Peranan keluarga dalam masyarakat Indonesia.

Dalam suatu wadah kecil dimana orang-orang dapat berkumpul dan berbagi cerita, keluarga memiliki peranan yang sangat kuat dalam masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia sendiri. Kenapa saya ingin membahasnya? jawaban yang paling tepat adalah karena sebagian besar warga Indonesia memiliki jiwa sosial dan gotong-royong yang kuat. Sebagai salah satu contohnya dalam merayakan hari raya Idul Fitri dimana orang-orang/para tetangga saling bermaaf-maafan dengan keliling kampung tanpa adanya perbedaan kasta. Tetapi mengapa di negara kita ini masih banyak diskriminasi dan perselisihan antar suku, agama, dll, walaupun negara kita disebut sebagai negara yang bermatabat tinggi dan memiliki etika yang kuat? Karena masih adanya oknum-oknum yang menuntut kebebasan dan rasa ketidakpuasaan terhadap keadaan negara kita ini, meskipun kita negara besar tetapi kita memiliki tingkat kemiskinan penduduk yang tinggi sehingga dapat menimbulkan perpecahan suku dan pertikaian yang terjadi, ada juga yang ingin merusak persaudaraan di negeri tercinta ini, Jadi dengan kelurgalah kita dapat merasakan gotong-royong dan kebersamaan yang kuat sehingga membentuk rasa nasionalisme yang tinggi terhadap negara kita.

- Keluarga secara lahiriah dan batiniah.

Yang dimaksud keluarga secara lahiriah dan batiniah adalah kelurga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak, mereka dsebut keluarga kecil dalam kehidupan rumah tangga, biasanya seorang ayah yang menjadi tulang punggung keluarga sedangkan ibu yang mengurusi anak-anaknya dari semenjak kecil sampai lanjut remaja. 
Di dalam keluarga ini anak memiliki peranan sebagai penerus keluarga. seorang anak yang memiliki masa depan, dia harus melalui dunia pendidikan dimulai dari tingkat sekolah dasar sampai Sekolah menengah atas, dan bisa saja sampai Tingkat perguruan tinggi.
Setiap orang tua memiliki harapan pada anak-anaknya agar menjadi orang yang sukses dan bermanfaat positif bagi masyarakat dan negara.

- Orang tua menjadi tolak ukur keberhasilan anak

Bisa diambil contoh, jika orang tuanya berhasil mendidik anaknya dengan baik otomatis si anak akan menjadi orang yang sukses, jika gagal maka si anak akan gagal pula sebagai penerus keluarga yang berhasil. Ada pepatah yang mengatakan buah akan jatuh tidah jauh dari pohonnya, hal ini dapat diartikan sifat seorang anak tidak jauh dari kedua orang tuanya (dari segi keturunan).
Hal ini dapat dirubah dengan orang tuannya harus mendidik anaknya untuk menghindari sifat buruk orang tuanya dan si anak menjadi anak yang memiliki kepribadaian yang kuat dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Ada berbagai cara mendidik anak salah satunya dengan cara yang otoriter, Jadi setiap kemauan orang tuanya harus dituruti oleh si anak, serasa tidak adil dan keras. Tetapi kebanyakan dari mereka menjadi depresi dan memilih untuk tinggal dengan dunia pergaulan bebas akibat keegoiaan orang tuannya. tidak jarang pula lari ke narkoba dan free sex. Jadi dapat disimpulkan setiap orang tua memiliki cara berbeda dalam mendidik anak-anaknya menjadi orang yang sukses.

- Happy family dalam masyarakat

Setiap orang memiliki suatu tujuan dalam berkeluarga. Mereka menginginkan keluarga yang bahagia khususnya masyarakat. Dalam hal ini keluarga bahagia bukanlah diukur dari materi/uang dengan harta yang berlimpah akan tetapi keluarga yang memiliki rasa kasih sayang terhadap seluruh lapisan anggota kelurga khususnya dari seorang ibu.

Sedangkan fungsi keluarga dalam masyarakat secara khusus antara lain:
- Menjaga keharmonisan antar sesama.
- Membuat stabilitas terhadap seluruh aspek kegiatan masyarakat.
- Menciptakan suasana kebersamaan yang kuat
- Membantu sesama bagi yang memiliki kesulitan
- Mengatur perekonomian dalam masyarakat.
- memecahkan masalah secara bersama-sama



URBANISASI DI INDONESIA


Urbanisasi adalah suatu fenomena gerakan penduduk dari wilayah agraris (desa) ke wilayah industri (kota). Urbanisasi hampir terjadi di seluruh negara dan menjadi gejala yang global dan lumrah terjadi.
Di Indonesia urbanisasi mulai meningkat di era setelah kemerdekaan dengan munculnya pembangunan kota-kota besar khususnya di Pulau Jawa. Ada 2 faktor yang melandasi terjadi pola gerakan urbanisasi ini yaitu faktor penarik (pull factors) dan faktor pendorong (push factors).

1. Faktor penarik
Kota sebagai suatu wilayah industri dan pusat pelayanan jasa tentunya memberikan magnet tersendiri bagi masyarakat desa untuk hijrah dan mencari peruntungan. Beberapa hal yang menarik dari kota sehingga banyak orang rela meninggalkan desanya antara lain:
  • Upah kerja di kota lebih tinggi 
  • Kota banyak menyediakan lapangan pekerjaan mulai dari tenaga kasar hingga profesional
  • Fasilitas pelayanan sosial mudah didapatkan seperti pendidikan, kesehatan, perbelanjaan
  • Kota memiliki gaya hidup relatif bebas dibanding desa
  • Sarana transportasi mudah didapat
2. Faktor pendorong
Faktor pendorong berkaitan dengan kondisi di desa yang mengakibatkan masyarakatnya ingin pergi meninggalkan desa seperti
  • Kurangnya lapangan kerja
  • Upah di desa relatif rendah
  • Tidak tersedianya fasilitas pelayanan sosial di desa
  • Adat istiadat desa sangat mengekang dan membuat masyarakat tidak berkembang
  • Motif ingin mencari pengalaman

CONTOH KEGAGALAN DAN KEBERHASILAN URBANISASI 


KEGAGALAN

Dewasa ini, urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Urbanisasi merupakan salah 1 fenomena yang banyak menarik perhatian saat ini, karena arus urbanisasi yang tidak terbendung menjadi salah satu penyebab permasalahan baru di kawasan perkotaan.Urbanisasi yang berlebihan dapat menciptakan kawasan kumuh di perkotaan, meningkatnya pengangguran; karena penumpukan tenaga kerja yang tidak terlatih, hingga semakin meningkatnya sektor informasi yang tidak tertatah; dimana akan menambah masalah di perkotaan.Urbanisasi yang berlebihan akan melahirkan kota mega (mega-cities) dan terjadinya aglomerasi perkotaan (urban agglomeration) yang menimbulkan permasalahan-permasalahan baru, seperti polusi, kemacetan, dan dan menumpuknya kaum miskin yang bermukim di lingkungan kumuh dan bantaran sungai.Oleh karena itu, pembangunan perkotaan harus memperhatikan dan mempertimbangkan masalah ini!

KEBERHASILAN

Urbanisasi sebagai Indikator keberhasilan Pembangunan Nasional
Serta Dampaknya terhadap Pertumbuhan Perekonomian
Menurut J.H. De Goede urbanisasi dapat diartikan sebagai proses pertambahan penduduk pada suatu wilayah perkotaan (urban) ataupun proses transformasi suatu wilayah berkarakter pedesaan (rural) menjadi urban.
Di Indonesia, urbanisasi sudah dilakukan mulai tahun 1970-an pada saat pembangunan sedang gencar digalakan terutama di kota-kota besar.
Meningkatnya arus urbanisasi didorong oleh beberapa faktor yaitu :
(1) Perbedaan dan tidak meratanya pembangunan seperti pembangunan infrastruktur di pedesaan yang masih minim dibandingkan dengan perkotaan.
(2) Semakin baiknya sarana dan prasarana transportasi yang menghubungkan desa dengan kota.
(3) Pertumbuhan industri di kota-kota besar yang memberikan peluang kerja bagi warga pedesaan.
Namun ekonomi adalah faktor utama terjadinya urbanisasi, karena terjadi perubahan struktural dalam sektor mata pencaharian. Hal tersebut diperkuat dengan banyaknya penduduk desa yang meninggalkan pekerjaannya di bidang pertanian, berarlih bekerja menjadi buruh atau pekerja kasar yang bersifat non agraris di perkotaan.
Indonesia yang merupakan Negara berkembang, tengah menghadapi masalah urbanisasi dengan banyaknya warga pedesaan yang merantau ke ibu kota.
Urbanisasi bukanlah hal yang salah, akan tetapi urbanisasi akan menjadi masalah apabila banyaknya penduduk urban tidak sebanding dengan kesejahteraan yang mereka dapatkan.
Faktanya, saat ini perantau yang banyak datang ke ibu kota Jakarta tidak mendapatkan pekerjaan yang layak, jaminan kesehatan yang minim, tempat tinggal yang berdesak-desakan, bahkan banyak perantau yang menjadi pemulung, gepeng, dan tinggal di pinggiran jalan ibu kota.
Adapun meningkatnya angka kriminalitas dan polusi lingkungan di daerah urban atau perkotaan menjadi masalah besar yang belum bisa terselesaikan.
Pembangunan yang berkelanjutan akan merencanakan pembangunan dengan memikirkan ruang untuk investasi masa depan, semisal dengan membatasi angka urbanisasi dengan memberdayakan masyarakat di pedesaan untuk pembangunan daerahnya masing-masing.
Secara logika, saat orang-orang desa banyak yang datang ke kota bahkan menetap di perkotaan, penduduk di pedesaan akan semakin berkurang, akibatnya tidak ada lagi pemberdayaan pertanian dan perkebunan karena lebih banyak dari warga desa yang memilih bekerja menjadi buruh di kota.
Menurut pandangan sosial, masyarakat desa yang sudah berpindah dan menetap di kota akan merubah secara keseluruhan gaya hidup mereka, menjadi lebih konsumtif, berkurangnya jiwa nasionalisme, gaya hidup yang konsumtif berpengaruh pada lunturnya rasa peduli terhadap lingkungan yang menyebabkan banyak pencemaran.
Akan tetapi dampak baik yang dapat diambil dari urbanisasi adalah penyerapan tenaga kerja yang membantu pemerataan pembangunan perekonomian, dengan syarat pembayaran upah yang layak dan sesuai standar yang diberikan, jaminan kesehatan dan keselamatan kerja, yang pada nyatanya hal tersebut belum terjadi di Indonesia.
Kembali ditinjau dari rencana pembangunan yang berkelanjutan, dampak dari urbanisasi bagi pertumbuhan perekonomian di Indonesia akan berdampak baik ketika jumlah penduduk urban sesuai dengan lapangan kerja yang tersedia, akan menjadi masalah apabila jumlah penduduk urban yang sangat banyak namun tidak tersedianya lahan dan lapangan kerja yang layak.

1TA04

10314723

ALBAR ASWORO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar